IKKT PWA CBS XIII Kogabwilhan III, Laksanakan Pengajian

Ketua IKKT Pragati Wira Anggini (PWA) CBS XIII Kogabwilhan III, Ny. Ganip Warsito beserta pengurus, melaksanakan kegiatan Pengajian di Kediaman Ketua IKKT di Perumahan Otista Jatinegara Jakarta Timur, dengan Penceramah : Letkol Sus Zemonnedi, S.Ag. M.M, Kamis (5/2/2021).

Kegiatan Pengajian IKKT PWA CBS XIII Kogabwilhan III ini diisi dengan ceramah agama, namun sebelumnya kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Al-Kahfi dan Surat Yassin.

Dalam ceramahnya, Letkol Zemonnedi mengambil tema “Musibah dalam pandangan Islam”. Disampaikan tentang macam-macam musibah dan bagaimana upaya untuk menghindari musibah tersebut.

Ada tiga macam jenis musibah, yaitu:

1. Musibah yang menimpa orang beriman disebut Ujian dan sikap orang beriman hendaknya menerima dengan sabar, karena dibalik itu pasti ada hikmahnya.

2. Musibah yang menimpa orang-orang yang sudah mulai lalai, sudah mulai “miring-miring” jalannya, maka itu disebut Teguran. Sikap kita jika ditegur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, maka segera sadar dan introspeksi diri.

3. Musibah yang menimpa orang-orang yang sudah berbuat maksiat kepada Allah dan berbuat durhaka, maka hal ini adalah merupakan Azab dari Allah. Banyak contoh umat-umat terdahulu di azab oleh Allah SWT, karena sudah melampau batas dalam melaksanakan perbuatan kemaksiatan.

Adapun agar terhindar atau selamat dari musibah  itu, penceramah menyampaikan ada dua cara, yaitu: cara Bumi dan cara Langit.

1. Cara Bumi adalah bentuk ikhtiar secara sungguh-sungguh. Dalam kasus Pandemi Covid-19 ini, bentuk ikhtiar tersebut dapat berupa mematuhi Protokol Kesehatan (Protkes) sebagaimana yang dianjurkan pemerintah.

2. Cara Langit ialah memohon atau memanjatkan doa kepada Tuhan YME. Bahwa semua yang terjadi ini atas kehendak-Nya, atas Kodrat dan Irodatnya, sehingga manusia harus memohon melaui doa yang dipanjatkan kepada Nya, agar musibah ini segera berakhir.

Apabila dua cara tersebut belum menemui hasil, maka cara terakhir adalah tawakkal atau berserah diri kepada Tuhan YME, pungkasnya.