TNI Bakar Batu di Papua, Melestarikan Keanekaragaman Adat Istiadat dan Budaya Bangsa

Puncak Jaya, Penkogab3 – Bakar batu merupakan adat istiadat turun temurun yang tidak boleh hilang dan berfungsi sebagai tanda rasa syukur, menyambut kebahagiaan atas kelahiran, kematian, mengumpulkan prajurit untuk perang atau untuk penyelesaian masalah.

Satgas Satuan Organik Yonif R 301/PKS ikut serta dalam penyiapan acara adat istiadat dan budaya bakar batu dalam rangka penyelesaian masalah tahun 2018 silam bersama warga masyarakat dan turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Puncak Jaya Denias Gelei, S.Sos., M.Si.

“Luar biasa bentuk kebersamaan kami dengan anggota Satgas Satuan Organik Yonif Raider 301/PKS, Kami sangat bertrima kasih atas segala bantuan Bapak-bapak TNI yang selama ini selalu membantu masyarakat kami,” ujar Wakil Bupati pada kesempatan itu.

Pos Ramil Illu bersama masyarakat Distrik Illu melaksanakan kegiatan bakar batu dalam rangka menjalin hubungan dan melestarikan adat istiadat masyarakat dan hanya bisa ditemukan di Indonesia tradisi unik yang masih eksis sebagai keragaman budaya yang pasti telah membentuk karakter bangsa kita.

Satgas TNI Satuan Organik Yonif Raider 301/PKS bersama masyarakat Papua setempat melaksanakan kegiatan gotong royong, bahu membahu dan saling membantu dalam rangka menyiapkan kegiatan adat tersebut. Kita mungkin memiliki agama yang berbeda, bahasa yang berbeda, warna kulit yang berbeda, tetapi kita semua berasal dari satu bangsa Indonesia.

Dansatgas Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany, S.H., M.I.P. menjelaskan, “Perdamaian bukanlah kesatuan dalam kesamaan tetapi kesatuan dalam keragaman dan kemampuan kita untuk mencapai kesatuan dalam keragaman akan menjadi keindahan dan ujian peradaban kita, oleh karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita untuk tetap menjaga dan melestarikannya sebagai kekayaan budaya dan Identitas bangsa,” ulas Dansatgas.