Sorong. Penkogab3 – Tugas pengamanan daerah rawan yang akan diemban merupakan tugas kehormatan dan sekaligus kepercayaan yang harus diemban oleh Prajurit Yonif RK 762/VYS. Selain itu, suatu kehormatan bagi setiap prajurit karena didalamnya terkandung nilai semangat, kejuangan, keberanian, dan pengorbanan yang besar, sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Untuk itu, setiap prajurit harus memahami setiap tugas yang diberikan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui diskusi dalam tim untuk menjabarkan setiap perintah yang diberikan. Setiap prajurit tidak boleh ragu untuk bertanya ataupun memberikan saran terkait tugas yang akan dilaksanakannya,” kata Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han).
Hal tersebut dikatakan Pangdam dalam amanatnya saat melakukan Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) 2 Kompi Batalyon Infanteri Raider Khusus (Yonif RK) 762/Vira Yudha Sakti (VYS) Tingkat Mabes TNI TA. 2021, setelah menerima paparan tentang Kesiapan Operasi 2 Kompi Satgas Pamrahwan Yonif RK 762/VYS ini dari Danbrigif 26/GP, Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimi selaku penanggung jawab kesiapan satuan. berlangsung di lapangan upacara Yonif RK 762/VYS, Jalan Basuki Rahmat, Km. 10, Sorong, Papua Barat, Selasa (25/5/2021).
Kesiapsiagaan Satgas Yonif RK 762/VYS untuk melaksanakan tugasnya menjaga kedaulatan negara harus diawali dari kesiapan prajuritnya, untuk memastikan kesiapan Satgas Yonif RK 762/VYS dalam melaksanakan tugas operasi.
“Hari ini saya mendapatkan perintah untuk pemeriksaan kesiapan operasi Satgas Pamrahwan Yonif RK 762/VYS. Saya berharap pada pemeriksaan tingkat Mabes TNI ini yang meliputi personel, perlengkapan perorangan, perlengkapan satuan, dan Alutsista yang akan digunakan selama berada di daerah penugasan, semuanya sudah dalam kondisi yang sudah siap operasi,” kata Mayjen I Nyoman Cantiasa.
“Dengan kesiapan ini, ditambah dengan bekal latihan pratugas sebelumnya, pemeriksaan kesehatan, pembekalan situasi daerah operasi, pembekalan hukum, dan pembekalan lainnya yang sudah kalian laksanakan beberapa waktu lalu, maka saya yakin para Prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif RK 762/VYS akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, sehingga mampu melaksanakan tugas secara optimal,” sambungnya.
Daerah rawan termasuk di Papua merupakan wilayah NKRI yang memiliki nilai strategis bagi kedaulatan negara dan berpengaruh terhadap aspek pertahanan negara, serta menjadi taruhan bagi harga diri bangsa sehingga perlu dijaga dan diamankan dengan sebaik-baiknya.
“Untuk itu, kehadiran kalian diharapkan dapat menciptakan kondisi yang kondusif, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat setempat. Setiap prajurit harus memahami karakteristik daerah operasi, kearifan lokal, dan kebiasaan lawan dalam mendukung proses PKT/PKM (Perkiraan Keadaan Taktis/Perkiraan Keadaan Medan),” pesan Pangdam XVIII/Kasuari.