Waasops Panglima TNI Kunjungi Yonif 732/Banau, Dalam Rangka Kesiapan Satgas Pamrahwan Wilayah Maluku Utara T.A 2021

Malut, Penkogab3 – Bertempat di Mako Yonif Raider Khusus 732/Banau,  Waasops Panglima TNI, Marsma TNI Kustono beserta rombongan tiba, Dalam Rangka Kunjungan Kerja di wilayah Halbar guna Pengecekan Kesiapan Personel Satgas Pamrahwan Yonif Raider Khusus 732/Banau T.A 2021. Kamis (19/08/21)

Waasops Panglima TNI,Marsma TNI Kustono bersama rombongan didampingi Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan, Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf R. Moch Iskandarmanto S.E. beserta Para Kasi Korem 152/Baabullah, disambut oleh Danyon Raider Khusus 732/Banau Letnan Kolonel Inf Harianto Hendri di mako Yonif RK 732/Banau.

Waasops Panglima TNI, Marsma TNI Kustono memberikan arahan kepada 500 orang personil Yonif RK 732/Banau dalam rangka Satgas Pamrahwan wilayah Maluku Utara T.A 2021.

Waasops Panglima TNI menyampaikan bahwa Operasi Pamrahwan di Maluku Utara bertujuan untuk mewujudkan stabilitas keamanan dari setiap ancaman gangguan dan provokasi dari pihak-pihak yang ingin menimbulkan konflik dalam masyarakat maupun kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

Dikatakannya, ada beberapa indikator keberhasilan penugasan Satgas Pamrahwan, yaitu hilangnya potensi ancaman di wilayah tersebut, Kedua terwujudnya rasa persatuan dan kesatuan masyarakat setempat yang lebih Solid, dan Ketiga adalah terealisasinya Kemanunggalan TNI dengan rakyat setempat yang menjadi perwujudan dari Jati Diri TNI sebagai Tentara Rakyat dan Tentara Pejuang.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa salah satu kunci keberhasilan penugasan Satgas Pamrahwan adalah adanya dukungan masyarakat di daerah operasi, sehingga seluruh anggota satgas harus mampu melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat yang ada di wilayahnya, dapat membantu meringankan kesulitan rakyat, sehingga kehadiran Satgas di wilayah tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, wujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dan jangan ada pelanggaran HAM.

“Salah satu Kunci keberhasilan dalam penugasan sebagai Satgas Pamrahwan adalah dukungan dari masyarakat di daerah operasi, oleh karena itu seluruh anggota Satgas harus mampu melaksanakan pembinaan terhadap masyarakat yang ada di wilayahnya, kenali dan identifikasi kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dan berbuatlah untuk membantu meringankan kesulitan tersebut, sehingga kehadiran Satgas di wilayah tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat, kemanunggalan TNI dengan rakyat, saya ingatkan juga kepada seluruh prajurit untuk menghindari pelanggaran HAM,” kata Marsma Kustono.

Sementara itu Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Imam Sampurno Setiawan juga menyampaikan kepada prajurit yang akan berangkat tugas Pamrahwan, agar selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME, yakinkan bahwa ini adalah tugas mulia, sehingga perlu luruskan niat, satukan tekad, bangun komitmen dan melaksanakan tugas secara konsisten guna tercapainya keberhasilan tugas pokok dengan penuh disiplin serta berpesan agar pertajam naluri intelijen untuk meningkatkan kewaspadaan, baik secara perorangan maupun dalam hubungan satuan

“Tingkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yakinkan pada diri kita semua bahwa tugas kita adalah tugas mulia, oleh karena itu luruskan niat, satukan tekad, bangun komitmen dan melaksanakan tugas secara konsisten guna tercapainya keberhasilan tugas pokok dengan penuh disiplin serta pertajam naluri intelijen untuk meningkatkan kewaspadaan, baik secara perorangan maupun dalam hubungan satuan,” kata Danrem.

Danrem juga mengingatkan agar berkomunikasi dengan semua pihak terkait,  dengan kerjasama baik dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan segenap pemangku kepentingan lainnya dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Pertahankan kesatuan komando selama bertindak di lapangan, ikuti perintah pimpinan dan laksanakan koordinasi sebaik-baiknya dengan satuan lain yang ada di daerah operasi, ikuti semua aturan dan prosedur selama melaksanakan operasi, jangan membuat pelanggaran sekecil apapun dan jaga nama baik satuan anda  Angkatan Darat dan TNI pada umumnya,” pungkas Danrem.