Kelompok Penjahat Perusak Kemanusiaan di Papua  

Papua, Penkogab3 – “Bagaimana kita sampai di sini” – mengambil satu langkah mundur, melihat cara-cara di mana kelompok manusia melakukan kejahatan yang merusak kemanusiaan, dan menceritakan bagaimana kebiadaban mereka membunuh Orang Asli Papua (OAP) Michelle Kurisi Doga seorang aktivis Perempuan dan Anak Papua yang selama ini berjuang menyuarakan peningkatan kesejahteraan Perempuan dan Anak Papua.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Michella Kurisi meninggal dunia, Senin (28/08/2023), KST Papua menembak Michelle Kurisi hingga tewas saat mengumpulkan data tentang pengungsi perang masyarakat di Nduga. Masyarakat Papua menyaksikan pembunuhan demi pembunuhan kehidupan yang telah berjalan baik diberikan pemerintah Indonesia di Papua.

Menyoroti batas-batas yang semakin kabur di Papua antara perang dan kesejahteraan yang semakin melemah akibat kelompok penjahat yang kerap menempatkan kekerasan mulai memasuki kehidupan dan mengubah serta menghambat segalanya. Komitmen pemerintah terhadap pembangunan dihancurkan kelompok penjahat di Papua yang telah mengikis fondasi demokrasi dan hak-hak individu. “Perang bukanlah jawaban! Damailah, Bukan Perang!”

Perang atas nama perjuangan kelompok penjahat di Papu adalah hal yang mengerikan. Kita semua memiliki tugas untuk mencegahnya agar tidak terjadi lagi pembunuhan di Papua, agar tidak jatuh lagi korban pembunuhan yang sifatnya mengganggu kehidupan. Aktivis itu sudah tiada. Masyarakat memprotes kelompok penjahat yang tidak bermoral yang menimbulkan banyak penderitaan dan penindasan. Orang-orang yang berakal pasti menginginkan kedamaian bukan peperangan bahkan kebiadaban pembunuhan dan kekejaman yang sangat memprihatinkan.

Menyelamatkan nyawa tak berdosa yang dibunuh oleh kelompok penjahat di Papua adalah yang utama. Pemerintah terus-menerus berupaya untuk menghentikan pembantaian, pembunuhan, dan kekejaman yang dilakukan kelompok penjahat pemberontak di Papua, ini sepenuhnya untuk menyelesaikan semua masalah kemanusiaan dan dampaknya yang menyakitkan pada semua orang.

Kelompok penjahat biadab di Papua telah merusak sendi-sendi kemanusiaan, merusak tatanan  sosial dan ekonomi, merusak perdamaian masyarakat karena dia secara sadar melakukan pembunuhan, penuh kekerasan. Jalan menuju perdamaian masyarakat, telah dihancurkan kelompok penjahat di Papua.

Kita semua memiliki kewajiban untuk menciptakan perdamaian dan kita memiliki kewajiban untuk bertindak dengan cara damai. Setiap orang memiliki kewajiban untuk tidak melakukan kekerasan terhadap orang lain. Dengan kata lain, bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab moral untuk bertindak secara damai dan moralisasi tentang perlunya perdamaian sebagai sesuatu yang harus diwujudkan di Papua.

Kelompok penjahat di Papua selalu berulah secara biadab, membakar honai, membakar transportasi udara yang sangat dibutuhkan masyarakat Papua khususnya yang berada jauh dari kota, membunuh tenaga pendidik yang memiliki tujuan mulia memajukan pendidikan generasi muda Papua, bahkan tidak segan-segan membantai kaumnya sendiri, masyarakat OAP yang bertujuan mulia memperjuangkan nasib mama-mama, adik-adik dan kakak-kakak yang sedang mengungsi, adalah Michelle Kurisi Doga sebagai aktivis Perempuan dan Anak Papua telah dibunuh kelompok penjahat.

Ketentraman lingkungan Papua dirusak. Apa yang kita cari, Beranilah berbuat Baik, beranilah memberi kasih terhadap kaum perempuan dan anak-anak seperti yang diajarkan Tuhan Yesus melalui kasih-NYA: sayangi dia, hormati dia, jaga dia jangan diperlakukan kaum perempuan seperti budak, berani menjaga honai-honai keluarga kita.

Jangan lagi ada pembakaran honai. Beranilah berbuat untuk kemajuan Papua, dengan ikut membantu perlancar tenaga pendidik yang sedang memberikan pengetahuan kepada adik-adik kita di Papua yang sedang menuntut ilmu. Jangan ada bakar sekolah lagi, jangan bunuh guru-guru sekolah. Beranilah untuk ikut menjaga fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat Papua.

Di era digital saat ini, jangan lagi membakar tower komunikasi yang ada. Beranilah untuk membantu tenaga medis yang bekerja dengan sepenuh hati, memelihara kesehatan saudara-saudara kita di Papua. jangan bunuh mereka. Berani ikut memelihara transportasi udara. Jangan lagi bakar pesawat, jangan lagi menyandera pilot.

Sadari, apa salah pilot? Tidak ada sama sekali salahnya. Bahkan selama ini para pilot pesawat selalu membantu saudara-saudara kita di pedalaman dengan mengirimkan sembako, mengantarkan masyarakat bila bepergian, mengangkut tenaga medis dan tenaga pendidik, harusnya kelompok penjahat di sana dengan simpatisannya malu menyebut perjuangannya yang mengatasnamakan kepentingan rakyat Papua. Pesannya dengan tegas adalah berkaca diri apakah sudah benar tindakan saya (KST)?.

Bila kita semua punya hati Nurani, mari bersama-sama bergandeng tangan, buat suasana damai di Papua dengan membangun Papua, menjadikan masyarakat Papua maju, modern dan berwawasan ke depan. Ini adalah gagasan perdamaian yang harus dipikirkan kelompok penjahat di Papua, jangan  bikin kacau Papua apalagi dengan membunuh OAP saudaramu sendiri,  Ini upaya menghindari kehancuran dan ketidaksetaraan sosial, yang adil, dan stabil. Ciptakan cinta untuk dunia yang lebih baik di Papua dan masa depan yang terang dan sejahtera.