Jakarta, Penkogab3 – Pemerintah melalui Kemenko PMK, Kemensos, BNPB dan TNI bersama pihak Gereja bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Bantuan juga terus mengalir dari gereja-gereja di berbagai wilayah yang peduli terhadap masyarakat Papua yang terdampak bencana, Minggu (29/10/2023).
Diketahui, bencana longsor di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, dipicu oleh intensitas hujan tinggi sejak akhir Agustus 2023. Bencana Longsor terjadi di Distrik Anggruk dan Distrik Panggema, sedangkan musibah gagal panen terjadi di Distrik Amuma. Longsor juga menyebabkan kekurangan bahan pangan dan kelaparan. Tercatat 22 penduduk meninggal dunia dalam periode Februari sd Oktober 2023. Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Yahukimo juga telah menyatakan Status Tanggap Darurat Bencana menghadapi bencana longsor ini.
Dalam pendistribusian logistik dan bantuan, Pemerintah melalui BNPB, Kementerian Sosial bersama TNI-Polri dan instansi lainnya yang terlibat bekerjasama dalam pendistribusian bantuan saling bersinergi di lapangan.
Bantuan logistik dari Jakarta beberapa kali diangkut dengan Pesawat Angkut C- 130 Hercules TNI AU dari Jakarta menuju Wamena. Dari Wamena bantuan diangkut dengan pesawat ringan hingga sampai ke daearah bencana di Amuma, Anggruk dan Panggema. Bantuan ini sangat vital karena daerah terdampak bencana hanya bisa dijangkau melalui udara.

Untuk Wilayah Amuma, total bantuan yg telah didistribusi sejumlah 13.436 kg. Bantuan tersebut dilakukan dalam beberapa tahap diantaranya:
a. Bantuan tahap I, (20 Okt) telah terdistribusi: 3.869 kg dg 5 flight.
b. Bantuan tahap II, (21 Okt) telah terdistribusi: 1.603 kg dg 2 flight.
c. Bantuan tahap III, (23 Okt) telah terdistribusi: 3.453 kg dg 4 flight.
d. Bantuan tahap IV, (24 Okt) telah terdistribusi: 2.934 kg dg 3 flight.
e. Bantuan tahap V, (26 Okt), telah terdistribusi: 1.577 kg dg 2 flight.
Sedangkan untuk wilayah Anggruk/Panggema Total bantuan telah terdistribusi sejumlah 3.455 kg, yaitu:
a. Bantuan tahap I, dari Jayapura (23 Okt) telah terdistribusi: 632 kg dg 1 flight.
b. Bantuan tahap II, dari Wamena (24 Okt), telah terdistribusi: 840 kg dg 1 flight.
c. Bantuan tahap III, dari Jayapura (26 Okt), telah terdistribusi: 1.269 kg dg 2 flight.
d. Bantuan tahap IV, dari Jayapura (27 Okt), telah terdistribusi: 714 kg dg 1 flight.

Dalam perdistribusian bantuan di wilayah Papua terutama daerah-daerah yang sulit dijangkau, Kemensos dan BNPB terus bekerjasama dengan TNI khususnya penyediaan sarana angkutan udara. Seluruh bantuan sebagian besar sudah didistribusikan ke wilayah-wilayah tersebut. Sampai dengan saat ini Bansos tersisa 1.352 kg di Wamena dan akan didistribusikan berikutnya.
“Untuk mengatasi kesulitan masyarakat terdampak bencana seperti yg terjadi di Yahukimo, pemerintah akan membangun lumbung pangan dan gudang pangan di daerah yang rawan kelaparan. Disamping itu perlu dicari varietas pangan baru supaya bisa lebih tahan cuaca ekstrem dan tidak terancam gagal panen, TNI akan mendukung upaya pemerintah tersebut,” ujar Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa