
Bogor, Penkogab3 – Demikian disampaikan Pangkogabwilhan III Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, S.H., M.M., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pelaksanaan Operasi Kogabwilhan III, bertempat di Hotel Swiss-Belinn Bogor Jawa Barat, Senin (18/12)2023).
Rakor Evaluasi yang dibuka oleh Pangkogabwilhan III ini dilaksanakan dengan maksud untuk mengetahui keberhasilan dan kendala yang dihadapi serta guna meningkatkan pelaksanaan operasi jajaran Kogabwilhan III pada tahun selanjutnya.
Selain dilaksanakan secara Offline, evaluasi juga dilaksanakan secara Online yang diikuti para pejabat operasi Kotamaops jajaran Kogabwilhan III. Tiap Kotamaops jajaran Kogabwilhan III melaksanakan paparan terkait pelaksanaan operasi di jajaran masing-masing. Paparan secara langsung dilaksanakan oleh Kodam XVI/Pattimura, Koarmada III dan Koopsud III, sementara Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam XVIII/Kasuari memaparkan secara Online.

Pangkogabwilhan III pada kesempatan tersebut meminta untuk memaparkan secara tuntas terhadap pelaksanaan operasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing dan mengajak kepada seluruh peserta rakor evaluasi untuk mengikuti dengan antusias, juga disampaikan terkait peran perwira sebagai pimpinan.
“Evaluasi ini kita laksanakan untuk perbaikan kedepannya, sehingga tiap peserta agar mengikuti dengan serius, lakukan diskusi dengan seksama untuk perbaikan pelaksanaan operasi selanjutnya,” tegas Pangkogabwilhan III.
“Perwira dituntut dalam situasi kritis namun dapat mengambil keputusan cepat dan tepat, kalau dalam situasi damai itu gampang tapi dalam situasi penuh tekanan, itu luar biasa, resiko tugas itu ada namun kita yang bisa meminimalisir,” lanjutnya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa pelaksanaan operasi di Papua jangan sampai menyakiti masyarakat, harus bisa memilah antara masyarakat umum dan Kelompok Separatis Teroris Papua, lakukan pendekatan humanis sehingga masyarakat mendukung apa yang dilakukan TNI.
“Jangan lakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat, Cukup musuh kita itu KST jangan lagi ditambah masyarakat, masyarakat ada yang berpihak, iya memang, tapi perlakuannya jangan seperti terhadap KST, lakukan penindakan hukum, sampaikan itu kepada prajurit-prajuritmu,” pungkasnya.

Sementara itu Asops Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Ari Yulianto, S.E., dalam evaluasinya mengatakan bahwa pola operasi yang telah ditentukan belum sepenuhnya dapat dilaksanakan oleh pasukan yang di lapangan dikaitkan dengan kondisi geografis Papua serta faktor lainnya.
“Secara umum evaluasi terhadap pelaksanaan operasi Papua ini dapat dilihat dari sudut Penyiapan pasukan yang akan melaksanakan tugas, Pelaksanaan Serpasnya dan Pelaksanaan operasinya itu sendiri, juga terkait penggunaan IT juga faktor geografis Papua, sehingga diharapkan pelaksanaan operasi kedepan menuai kemajuan,” tambahnya.