Kaskogabwilhan III Ikuti Pembukaan Rakornas BNPB Secara Virtual

Jakarta, Penkogab3 – Kepala Staf Kogabwilhan III Laksda Arsyad Abdullah, S.E, M.A.P, didampingi Asisten Potensi Wilayah (Aspotwil) Kaskogabwilhan III Brigjen TNI Dadang Rukhiyana, S.E, M.Si., Mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Presiden Joko Widodo (Jokowi)  menyampaikan arahan dalam Rakornas  BNPB yang mengambil tema “Tangguh Hadapi Bencana” tersebut, meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan upaya pencegahan dan antisipasi terhadap bencana alam dan bencana non alam. Presiden Jokowi mengatakan Indonesia merupakan negara rawan bencana. Ia tak ingin pemerintah gagap menghadapi bencana yang melanda berbagai daerah di Tanah Air.

“Jangan ada bencana, baru kita pontang-panting, ribut, atau bahkan saling menyalahkan. Seperti itu tidak boleh terjadi,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2021

BNPB mencatat Indonesia mengalami 3.253 bencana sepanjang Februari 2020 hingga Februari 2021. Selain bencana alam, Indonesia juga tengah menghadapi bencana non alam berupa Pandemi Covid-19. Selama satu tahun virus corona merebak di Indonesia, total teradapat 1.347.026 orang positif Covid-19. Sebanyak 36.518 orang meninggal dunia, sedangkan 1.160.863 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Kepala BNPB dalam laporan yang disampaikannya, mengatakan bahwa peristiwa dalan setahun bencana Covid-19 menjadi pembuktian bahwa pengendalian Covid-19 di Indonesia bisa dilaksanakan paralel dengan upaya menjaga kegiatan sosial ekonomi.  Namun Kepala BNPB juga mengingatkan bahwa penanganan Covid-19 tidak dapat ditangani secara sendirian, namun seluruh entitas bangsa Indonesia harus turut berjibaku menghadapi pandemi ini.

Kepala BNPB mengajak kepada seluruh kalangan yang terlibat dalam penanganan bencana di Indonesia untuk optimis pada semua kebijakan presiden Jokowi selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dalam membawa bangsa Indonesia keluar dari masalah kesehatan dan ekonomi.